Beredarnya oli palsu yang sulit dibedakan dengan produk aslinya tentu membuat rugi para pelanggan. Terlebih oli palsu saat digunakan akan merusak mesin akibat keausan yang diciptakan. Owner Bengkel Digioto Kebon Jeruk, Jakarta Barat Trisno, mengatakan saat ini dipasaran oli palsu sudah semakin sulit dibedakan dengan produk aslinya.

Saat ini berbagai pabrikan telah memakai teknologi scan barcode untuk mempermudah konsumen mengakses informasi keaslian produk. Selain itu, produsen oli disarankan untuk bekerja sama dengan bengkel bengkel dengan menyediakan sarana untuk daur ulang botol oli yang sudah tidak terpakai, agar tidak digunakan kembali. Kondisi Terkini Jalur Puncak Bogor, Polisi Siapkan Skema One Way saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kuliner Kaki Lima di Bogor Wajib Kamu Coba, Ada yang Buka Sampai Tengah Malam Pengusaha Bengkel: Oli Asli dan Palsu Sulit Dibedakan Nojorono Kudus Resmikan Tugu Cahya Nojorono sebagai Daya Tarik Masyarakat Kabupaten Kudus

10 Ide Makanan untuk Rayakan Malam Tahun Baru 2024, Cocok Dinikmati Bersama Keluarga 67 Kardus Oli Palsu Dimusnahkan Kejari Palu, Sempat Beredar dan Dijual di Bengkel Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all

Trisno sendiri belum pernah menemukan oli palsu selama menjalankan Digioto, sebab pihaknya selalu membeli oli langsung dari importir maupun distributor terpercaya. Menurutnya, kebanyakan oli palsu diedarkan di daerah daerah. Lalu, oli palsu tersebut biasanya menyerupai buatan pabrikan kendaraan roda dua. "Kalau saya pribadi jujur belum pernah menemukan. Tapi rata rata kejadiannya di daerah daerah ya. Dan rata rata itu merek merek yang dipalsuin itu merek merek yang umum, seperti Yamalube, MPX dan Shell. Tapi jika merek mahal si jarang ya oli palsunya," terangnya.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *