Inilah penjelasan mengenai batas waktu mengganti utang puasa Ramadhan atau qadha puasa Ramadhan. Tak lama lagi, umat Islam akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2024. Sebelum bulan puasa Ramadhan 2024 datang, umat Islam diimbau untuk segera mengganti utang puasa Ramadhan pada tahun lalu atau tahun tahun sebelumnya.

Kegiatan mengganti utang puasa Ramadhan disebut Qadha. Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Roykhatun Nikmah mengatakan, waktu mengganti utang puasa Ramadhan sangatlah panjang. Yaitu mulai bulan Syawal tahun lalu hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya.

Merujuk pada pernyataan Roykhatun tersebut, maka batas waktu mengganti utang puasa Ramadhan adalah atau bertepatan dengan 29 Syaban 1445 H. Inilah Batas Waktu Mengganti Utang Puasa Ramadhan dan Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan yang Belum Ditunaikan dan Bacaan Niat Puasa Qadha

Batas Waktu untuk Bayar Utang Puasa Jelang Ramadhan 2024, Simak Juga Tata Cara dan Niat Puasa Qadha Inilah Niat Puasa Syawal yang Dibaca untuk Qadha/Bayar Utang Puasa Ramadhan 2024 Batas Waktu Bayar Utang Puasa Tahun Lalu, Lengkap dengan Niat Qadha dan Doa Jelang Ramadhan 2024

Niat Mengganti Puasa Ramadhan atau Qadha dalam Tulisan Arab dan Latin Niat Puasa Qadha Ramadhan, Termasuk Solusi Jika Lupa Jumlah Utang Puasa Batas Waktu Puasa Qadha untuk Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadhan 2024, Simak Tata Cara dan Niatnya

Dengan demikian, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tahun lalu, dapat menggantinya pada minggu ini. Sebab, minggu ini merupakan hari hari terakhir jelang hadirnya bulan puasa Ramadhan 2024. Umat Islam dianjurkan tidak berpuasa pada Senin, 11 Maret 2024 karena hari tersebut meragukan (syak).

Bahkan, PP Muhammadiyah telah menetapkan Senin, 11 Maret 2024 sebagai awal puasa Ramadhan 1445 H. Mereka yang mengganti utang puasa Ramadhan wajib membaca niat qadha puasa Ramadhan. Roykhatun menjelaskan, bacaan niat qadha puasa Ramadhan hampir sama dengan niat puasa Ramadhan.

Hanya saja ada tambahan kata qadha. Lafal Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ. Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Niat qadha puasa Ramadhan, lanjut Roykhatun, dibaca sejak malam hari sebelum puasa hingga waktu fajar ketika sedang sahur. Roykhatun juga menjelaskan, qadha puasa Ramadhan wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan. Jika lupa berapa jumlah hari yang ditinggalkan atau tidak diketahui, maka bisa diambil jumlah hari paling maksimum dari puasa yang ditinggalkan.

Selain itu, ada anjuran untuk mengganti utang puasa Ramadhan secara berurutan. "Ini anjuran ya, tidak wajib," ucapnya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *